Thursday, 17 February 2011

Te - iru

Pembentukkan [~te iru] yaitu kata kerja bentuk "te" + iru


Iku = itte iru
Hanasu = hanashite iru
Miru = mite iru
Suru = shite iru


Te iru mempunyai 2 arti yaitu :
1. menunjukkan kejadian atau aktivitas yang sedang berlangsung, dlm bhs indo bisa diartikan "sedang~"
2. menunjukkan kondisi /situasi yang berlangsung


Sepintas hampir mirip antara no 1 dan no 2, tetapi bedanya apa ya?
Gampang aja,soalnya yang nomer dua menunjukkan "jidoushi" yaitu menunjukkan kata kerja tak berobject :)


Kita mulai dari no 1
Ambil contoh kalimat:
chichi wa shimbun o yonde imasu
ayah sedang membaca koran
bila digambarkan dgn garis tenses :


         |---------------| shimbun o yomimasu (membaca koran)
------ O O O | O O O -------- waktu
                pembicara
                ngomong


watashi wa nihongo o benkyou shite imasu
saya sedang belajar bahasa jepang


bila digambarkan dgn garis tenses :




         |---------------| nihongo o benkyou suru (belajar bahasa Jepang)
------ O O O | O O O -------- waktu
               sekarang




sekarang kita beralih ke no 2 , yaitu menunjukkan kondisi /situasi yang berlangsung
biasanya yang no 2 ini digunakan pada kata kerja "jidoushi" atau kata kerja intransitif (kata kerja tak berobject)


ambil contoh:


Mado garasu ga warete imasu
Kaca jendela pecah (dalam kondisi pecah)


kalau digambarkan dengan garis tenses :


kaca masih utuh              kaca dalam kondisi pecah
|------------------| |---------------------------------------------
-------------------|||---------------------------[]---------------> waktu
                   kaca dipecahkan        seseorg/saya melihat & ngomong
                   seseorg/sesuatu


------------
ingat:


wareru = pecah (intransitif)
waru = memecahkan (transitif)


jadi:
mado garasu ga watte imasu (X)
------------


perhatikan dalam bentuk lampau nya


untuk teori yang no 1


chichi wa shimbun o yonde imashita
ayah sedang membaca koran (lampau)


bila digambarkan dgn garis tenses :


           ayah membaca koran
         |----------------------------
------ O O O| O O O -------------|---------> waktu
                pembicara             pembicara ngomong
                  melihat


bedanya dengan bentuk lampau biasa bagaimana?


chichi wa shimbun o yomimashita
ayah membaca koran


       membaca koran      si ayah udh ga baca koran lagi,mungkin lgi tidur ato pergi
         |---------------|  |-----------------------
------ O O O| O O O -------------|---------> waktu
                pembicara             pembicara ngomong
                  melihat




untuk teori yang no 2


mado garasu ga warete imashita
kaca jendela pecah (dalam kondisi pecah-lampau-)


kalau digambarkan dengan garis tenses :




kaca masih utuh   kaca dalam kondisi pecah
|------------------| |---------------------------------
-------------------|||---------------------[]--------------[]----------> waktu
                   kaca dipecahkan        saya mlihat   saya ngmg
                   seseorg/sesuatu      


bedanya dengan bentuk lampau apa ya?


mado garasu ga waremashita
kaca jendela pecah (lampau)


kalau digambarkan dengan garis tenses :




kaca dlm kndisi pecah    kaca dlm kondisi udh diganti dgn yg bru
|-----------------------| |------------------------------
------------[]----------|||---------------[]---------------- waktu
              saya melihat                   saya ngomong




kalo ada yang salah mohon diralat..arigatou gozaimasu ^_^


-JJ

No comments:

Post a Comment